Subuh usai bentangkan tenda peduli musibah
Berangsur butiran air kekecewaan terurai
pada begitu hebatnya hempasan keraguan
yang masih sangkal keberadaanku
bohongi garis takdirku
tapi langit masih tergelar diatas
dan mereka perlukan jiwa ragaku
tuk hirup oleh paru-paru
dicerna oleh jiwa
aku masih terbebani oleh derita mereka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar